SELAMAT DATANG DI BLOG SD WIDURI JAYA, ADDRESS : JL. DURI MAS RAYA NO.1 KEL. DURI KEPA KEC. KEBONJERUK JAKARTA BARAT, PHONE. 021-5605159 INFO FROM MR. TARYO HA, S.Pd. BLOGGER OF SD WIDURI JAYA

Gedung YP Widuri Jaya

Sekolah ini dibangun pada tahun 1984 dan mulai digunakan pada tahun 1985.

Guru-Guru SD Widuri Jaya

SD Widuri Jaya dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman dibidangnya.

Saat Acara Pelepasan Siswa Kls VI SD

Saat pelepasan siswa Kelas VI SD Widuri Jaya Bertempat di HOTEL DELAGA BIRU CIPANAS JAWA BARAT TP. 2011/2012 penuh rasa haru.

Kegiatan Pramuka

Kegiatan Pramuka diadakan setiap hari Jum'at jam 08.00 - 09.00

Blogger SD Widuri Jaya

Blogger SD Widuri Jaya adalah Pak. Taryo HA, S.Pd. selalu berusaha untuk memberikan informasi terkini tentang SD Widuri Jaya

Jumat, Agustus 28, 2009

MENGENAL LEBIH DEKAT BU ISMOYOWATI, S.Pd.

BU ISMO


Beliau di lahirkan di sebuah kota kecil tepatnya Purworejo pada tanggal, 5 Januari 1963. Tepatnya hampir berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Kutoarjo. Beliau bersuamikan seorang TNI AL dan dikaruniai dua orang anak.Bu Ismo mulai bergabung di YP Pendidikan Widuri Jaya sudah lebih dari 20 tahun, keuletannya dan semangat dalam mengajar merupakan modal utamanya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Saat ini beliau dipercaya untuk mengajar di SD dan SMP Widuri Jaya. Selain itu Ibu Ismo ini adalah seorang muslimah yang taat beribadah, sampai-sampai puasa sunat Senin-Kamis nyaris tak terlupakan. Beliau juga merupakan sosok ibu yang dicintai oleh anak-anaknya juga suaminya. penampilan yang sederhana, membuat dia semakin bersahaja.

Senin, Agustus 24, 2009

TV ONLINE

PERSONIL GURU SD


PERSONIL GIRU SD

GALERY PHOTO

SISWA BERPRESTASI SD WIDURI JAYA TP. 2009/2010

PHOTOS GALLERY

INFO TERKINI

EKTRA KURIKULER

KREASI SISWA

PPDB

Kamis, Agustus 20, 2009

MENGENAL PAHLAWAN NASIONAL

K.H Ahmad Dahlan
K. H. Ahmad Dahlan (bernama kecil Muhammad Darwisy), adalah pelopor dan bapak pembaharuan Islam. Kyai Haji kelahiran Yogyakarta, 1 Agustus 1868, inilah yang mendirikan organisasi Muhammadiyah, 18 November 1912. Pahlawan Nasional ini wafat pada usia 54 tahun di Yogyakarta, 23 Februari 1923




K.H. Wahid Hasjim
KH Wahid Hasjim adalah pahlawan nasional, salah seorang anggota BPUPKI dan perumus Pancasila. Putera KH M Hasyim Asy’ari, pendiri NU, ini lahir di Jombang, 1 Juni 1914 dan wafat di Cimahi, 19 April 1953. Ayahanda Gus Dur ini menjabat Menteri Agama tiga kabinet (Kabinet Hatta, Natsir dan Sukiman).

Rabu, Agustus 19, 2009

PENYERAHAN TROPHY KEPADA SANG JUARA DALAM LOMBA MEMERIAHKAN HUT RI KE-64


SEMANGAT JUANG SENANTIASA BERKOBAR DI SETIAP INSAN YANG RINDU AKAN BUMI PERTIWI INDONESIA
INDONESIA MERAH DARAHKU, PUTIH TULANGKU, BERSATU DALAM SEMANGATMU, KEBYAR,KEBYAR KE LANGIT JINGGA

Bpk. Sri Warnanto (Ka. SD WJ) berpose bersama Bu Anita sebelum trophy diserahkan kepada sang juara

Pak Taryo HA, Ketua Penyelenggara Perayaan HUT RI Ke-64 SD Widuri Jaya Tahun 2009
Pak Mar'ali Wakil ketua Penyelenggara Perayaan HUT RI ke-64 SD Widuri Jaya Tahun 2009

Bu Anita Saat menyerahkan trophy kepada siswanya kelas V

Bu Halimah saat menyerahkan hadiah kepada siswa Kls. II

Pak Taryo HA, sedang menyerahkan trophy kepada siswa kelas IVA

Pak Mar'ali sedang menyerahkan trophy kepada siswa kelas III

Document by. HR.09



MENGENAL SISWA BERPRESTASI

MILLAN DHILLON




Millan Dhilon is my full name, please call me Millan, On January 5, 2000 I was born in Jakarta. I am in the greade 5, my hobbies are reading, swimming and drawing. I live at Jl. Duri Kencana Timur No. 37.My motto is "Study hard make me become smart student.

IMELDA WISELYN


Hallo my full name is Imelda Wiselyn, I was born in Jakarta on May 3, 2000. And now I am in grade 5. My hobby are drawing ang reading comics. I My address is at Jl. Villa Tomang Mas Block C/7. I always try become the best studrnt in my class. My motto is "Trough the study, can change my life"

ESTEFANY CHRISTABELLA


Hallo namaku, Estefany Christabella orang memanggilku Bella, aku dilahirkan di Jakarta pada tanggal 17 April 2000, Aku sekarang duduk di kelas IV B, saat aku berada di kelas III tahun lalu aku berada di urutan ke III, aku akan terus berusaha meraih semua yang aku cita-citakan. Membaca Buku adalah hobiku sejak aku masih kecil. Teman-teman berusahalah untuk menjadi yang terbaik dan menjadi kebanggaan buat orang tua, sekolah dan kita sendiri. Selamat berjuang ya..semoga kita bisa mencapai semua apa yang kita harapkan. Hampir lupa, aku tinggal di Jl. Tanjung Duren Utara IV, No. 226A



THOMAS ASRIL
SISWA SD TERBAIK PADA KELULUSAN
SD WIDURI JAYA
TAHUN PELAJARAN 2008/2009


Kepala SD Widuri Jaya, Bpk. Sri Warnanto, S.Pd. sedang memberikan trophy kepada Thomas Asril sebagai siswa terbaik dalam kelulusan siswa SD Widuri Jaya untuk tahun pelajaran 2008/2010. Thomas Asril ini dilahirkan di Jakarta pada tanggal, 5 April 1998, Putra dari Bapak Yusuf. Keuletannya dan semangat belajar tak pernah hilang dari dirinya. Semoga ditempatmu melanjutkan pendidikan Thomas akan senantiasa menjadi yang terbaik. Sukses selalu.

JASON SAMUEL


Jason Samuel adalah nama lengkapku, nama panggilanku adalah Jason, Aku dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 September 1999, sekarang aku duduk di kelas V SD Widuri Jaya, sekarang aku tinggal di Jl. Asem II No. 50C. Aku bangga sekolah di Widuri Jaya, semoga sekolahku tambah maju. Aku ingin selalu hidupku bisa bermanfaat untuk diriku sendiri juga orang-orang yang ada disekelilingku.



AUDI ARIF IBRAHIM


Namaku Audi Arif Ibrahim, Aku dilahirkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2001, sekarang aku duduk di kelas II SD, sewaktu aku kelas II kata guruku termasuk anak yang berprestasi, peringkatku saat itu adalah peringkat ke II, sekarang aku duduk di kelas III, aku akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.



NATASYA CHRISTABEL (PUTRI)
Halo namaku Natasya Christabel, Aku dilahirkan di jakarta pada tanggal 19 Oktober 2000. Aku sekarang berada di kelas 4A SD Widuri Jaya, Andai aku besar nanti aku ingin menjadi model, kini aku tinggal di JL. Asia Baru Blok. FF No. 134. Makanan kesukaanku pizza dan minuman kesukaanku es markisa, menari dan melukis adalah hobiku. Sewaktu di kelas III aku menduduki peringkat kedua. Aku bisa seperti ini karena aku selalu ingat peasn papa dan mamah serta guru-guruku disekolah. Terima kasih Tuhan, Terima kasih Mama dan Papa juga semua guru.


WINDI ARIESTA


Hallo, nama lengkapku Windy Ariesta, nama panggilanku Windy. Sekarang aku duduk di kelas III, Aku dilahirkan di Jakarta pada tanggal 31 Maret 2001. Aku tinggal di Jl. Rambutan Timur IV No. 151. Aku bisa meraih prestasi karena aku mau belajar bersungguh-sungguh. Pokonya buat teman-teman, teruslah berusaha untuk menjadi yang terbaik, jangan lupa jangan bikin masalah di sekolah, dengakan semua nasehat dan perintah guru. Terlebih orang tua kita. Terima kasih kepada semua guru-guruku.



VALENCIA JASMINE

Hi, friend ! My name is Valencia Jasmine, I was born in Jakarta, on September 7, 2000, I am in the fourth grade "A" now of SD Widuri Jaya. My hobbies are playing basketball, swimming and dancing. I live at Jl. Duri raya VI RT.2 RW.1 No, 6. I love my parents, my teacher, my friends and also my school. I like all of the lesson. I became the best student, because I always study hard in every where.

KEHIDUPAN BAWAH LAUT KARYA VALENCIA JASMINE


MICHAEL SUSANTO

Hi, I am Michael Sutanto. My nick name is Michael. I'm in the foutrh grade "B" now. I was born in Jakarta on March 5, 2000. My habby is playing computer. I live at Jl. Duri Nirmala 5 No. 32.
I became the first student because I always study hard. Everywhere and every times. Thank you God, Thank you Dad, Thank you Mum, Thank you teacher, I love you all.

Ir. SOEKARNO TOKOH PROKLAMATOR

PROKLAMATOR SOEKARNO


Berdiri di Atas Kaki Sendiri
Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.


Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.

Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).

Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.

Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme).

Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.

Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden.

Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika.

Orator Ulung
Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.

“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar.

Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.

Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno.

Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.

Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup.

Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.... Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.”

Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil... Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu... Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.”

Anti Imperialisme
Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme.

“Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu.

Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS).

Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya.

Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang.

Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu.

Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila.

Tokoh Kontroversial
Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”.

Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman).

Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu.

Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri.

Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar?

Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”.

Sistem Politik
Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai.

Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”.

Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya.

Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah.
Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara.
► e-ti/crs, dari berbagai sumber

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) ]

Selasa, Agustus 18, 2009

Nama-Nama Pahlawan Nasional

NAMA-NAMA PAHLAWAN


PROKLAMATOR
Bung Karno (Ir Soekarno)
Bung Hatta (Dr. Mohammad Hatta)

PAHLAWAN NASIONAL
► Abdul Kadir RT Setia (1771-l875)
Abdul Muis (1883-1959)
► Abdulrahman Saleh (1909-1947)
Achmad Yani (1922-1965)
Adam Malik (1917-1984)
► Achmad Ri'fai, KH
► Agus Salim, H (1884-1954)
► Agustinus Adisucipto (1916-1947)
Ahmad Dahlan, KH (1868-1923)
► Ahmad Dahlan, Nyi (1872-1946)
Amir Hamzah,Tengku (1911-1946)
► Andi Mappanyukki
► Antasari, Pangeran (1809-1862)
► Arie Frederik Lasut (1918-1949)
► Basuki Rakhmat (1921-1969)
► Cik Di Tiro, Teungku (1836-1891)
Cipto Mangunkusumo, Dr. (1886-1943)
► Cokroaminoto, H.U.S. (1883-1934)
Cut Nyak Dhien (1850-1908)
Cut Nyak Meutia (1870-1910) ,
► Danurdirdja Setiabudi, Dr. (1879-1950)
► Dewi Sartika (1884-1947)
Diponegoro, Pangeran (1785-1855)
Djuanda Kartawidjaja (1911-1963)
► Fakhruddin, K.H. (1890-1929)
► Fisabilillah, Raja Haji (1725-l784)
► Frans Kaisiepo. (192l-l979)
► Gatot Mangkoepradja
Gatot Subroto, Jend. (1907-1962)
Halim Perdanakusuma (1922-1947)
Harun Tohir, Kopral KKO (1947-1968)
► Haryono, M.T. (1924-1965)
► Hasanuddin, Sultan (1631-1670)
Hasyim Asy'ari, KH (1875-1947)
► Hazairin, Prof. Dr. S.H. (1906-1975)
Ignatius Slamet Rijadi
► Ilyas Yacob (1903-l958)
Imam Bonjol, Tuanku (1772-1864)
► Inten, Raden (1834-1856)
► Iskandar Muda, Sultan (1593-1636)
Ismail Marzuki (1914-1958)
► Iswahyudi, R. ( 1918 -1947)
Kartini, RA (1879-1904)
► Katamso, Brigjen TNI (1923-1965)
► Ketut Jelantik, I Gusti ( 1849)
Ki Hajar Dewantara (1889-1959)
► Kusuma Atmadja (1898-1952)
► La Maddukkelleng (1700-l765)
► Lumban Tobing, Ferdinand (1899-1962)
► Mahmud Badaruddin II, Sltn (1767-1852)
► Mangkunegoro I, K.G.P.A.A. (1725-1795)
Manullang, Tuan MH (1887-1979)
► Maria W. Maramis (1872-1924)
► Martadinata, R.E ( 1921-1966)
► Martha Khristina Tiahahu (1801-1818)
► Marthen Indey (1912-l986)
► Mas Mansyur, K.H. (1896-1946)
► Maskoen Soemadiredja
Mohammad Hatta, Dr. (1902-1980)
Mohammad Husni Thamrin (1894-1941)
Mohammad Natsir (1908-1993)
M.T. Haryono (1924-1965)
► Mohammad Yamin, Prof. (1903-1962)
► Muwardi, Dr. (1907-1948)
► Ngurah Rai, I Gusti. (19l7-1946)
► Nuku Muhammad Amiruddin (1738-l805)
► Nyak Arief, Teuku (1899-1946)
► Nyi Ageng Serang (1752-1828)
► Otto Iskandardinata, R. (1897-1945)
► Pakubuwono VI, Sri Sshunan (1807-1849)
Panjaitan, D.I. (1925-1965)
► Panji Soeroso, Raden (1893-1981)
► Parman, S. (1918-1965) ...
Pattimura, Kapitan (1783-1817)
► Piere Tendean (1939-1965)
► Raja Ali Haji
Rasuna Said, HR. (1910-1965)
► Ratulangi, G.S.Y, Dr. (1890-1949)
► Robert Wolter Monginsidi (1925-1949)
► Saharjo, Dr. SH (1909-1963)
► Samanhudi, K.H. (1868-1956)
► Sasuit Tubun, KS (1928-1965)
Si Singamangaraja XII (1849-1907)
Silas Papare (19l8-l987)
Siti Hartinah Soeharto (1923-l996)
Soekarno, Ir. (1901-1970)
S. Parman (1901-1970)
Sri Sultan H Buwono IX, (19l2-1988)
► Sudarso, Y. (1925-1962)
Sudirman, Jenderal (1916-1950)
► Sugiono (1926-1965)
► Sugiyopranoto, A. S.J, Mgr. (1896-1963)
Suharso, R. Prof. Dr. (1912-1971)
► Sukarjo Wiryopranoto (1903-1962)
► Sultan Ageng Tirtayasa (1631-1692)
► Sultan Agung. (1591-1645)
► Supeno (1916-1949)
► Supomo, R. Prof. DR. SH (1903-1958)
Suprapto (1920-1965)
► Supriyadi (1923-1945)
► Suryo, R.M. (1898-1948)
► Suryopranoto, R.M. (1871-1959)
Sutan Syahrir (1909-1966)
Sutomo, Dr. (1888-1938)
Sutoyo Siswomiharjo (1922-1965)
► Syarif Kasim II, Sultan (1893-l968)
► Teuku Umar (1854-1899)
► Thaha Syaifuddin, Sultan (1816-1904)
► Tjilik Riwut (19l8-l987)
► TuankuTambusai (1784-1882)
► Untung Surapati (1660-1706)
► Urip Sumohardjo, Jend. (1893-1948)
Usman Bin Haji Moh. Ali (1943-1968)
Wage Rudolf Supratman (1903-1938)
Wahid Hasjim, Abd. K.H. (1914-1953)
Wahidin Sudirohusodo (1852-1917)
Wartabone, Hi Nani (1907-1986)
► Yohannes, W.Z, Prof. Dr. (1895-1952)
Yos Sudarso (1925-1962)
► Yusuf Tajul Khalwati, Syekh (1626-l699)
► Zaenal Mustofa, K.H. (1899-1945)
► Zainul Arifin, K.H. (1909-1963)
Sumber : http://www.tokohindonesia.com
KEMBALI KE ATAS

Senin, Agustus 17, 2009

FOTO-FOTO PADA KEGIATAN HUT RI KE-64 SD-SMP WIDURI JAYA



BAPAK SRI WARNANTO S.Pd.(KEPALA SD WIDURI JAYA) SELAKU PEMBINA UPACARA PADA PERINGATAN HUT RI KE-64 TAHUN 2009




PARA PETUGAS PASKIBRA BERPOSE SETELAH USAI MELAKSANAKAN TUGAS PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH


BAPAK MARALOHOT ATAU YANG LEBIH DIKENAL DENGAN SEBUTAN "AA OHOT" BESERTA PETUGAS PASKIBRA HUT RI KE-64


MERDEKA, WAH...SEMANGAT 45 MENYALA-NYALA DI HATI MEREKA, SARAH DKK USAI MELAKSANAKAN TUGAS PASKIBRA, SELAMAT DAN SUKSES YA...



POJOK PALING KANAN PAK MAR'ALI, S.Pd. SEBAGAI PELATIH PASKIBRA BERPOSE DENGAN PARA PETUGAS PASKIBRA, SELAMAT YA PAK...KEHADIRAN BAPAK SANGAT BERARTI BUAT KITA.



INILAH PASUKAN PENGIBAR BENDERA SMP WIDURI JAYA PADA SAAT UPACARA HUT RI KE-64, LANGKAHMU PERKAHAN TAPI PASTI,....



PARA DEWAN GURU TK-SD-SMP WIDURI JAYA SEDANG MENGIKUTIUPACARA PERINGATAN HUT RI KE 64.




PARA DEWAN GURU, KEAMANAN, TU SAAT MENGIKUTI KEGIATAN UPACARA HUT RI KE-64, TUMBUHKAN SEMANGAT DALAM BERTUGAS MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.



MICHELLE NATASYA SISWA KELAS VI SD WIDURI JAYA SAAT MEIMPIN KELOMPOK PADUAN SUARA PADA PERINGATAN HUT RI KE-64, SELAMAT YA NAK.....SEMOGA TETAP SEMANGAT DALAM MENJALANI RODA KEHIDUPAN, SUKSES SELALU



photos by :HR

BUDAYA NUSANTARA

Nama Tari-Tarian Khas Daerah Adat Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia



1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD Tari Tradisional : Tari Seudati,
Tari Saman Meuseukat
2.Provinsi Sumatera Utara / Sumut Tari Tradisional : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor
3. Provinsi Sumatera Barat / SumbarTari Tradisional : Tari Piring, Tari payung
4. Provinsi RiauTari Tradisional : Tari Tanduk, Tari Joged Lambak
5. Provinsi JambiTari Tradisional : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampit Delapan
6. Provinsi Sumatera Selatan / SumselTari Tradisional : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek
7. Provinsi LampungTari Tradisional : Tari Jangget, Tari Melinting
8. Provinsi BengkuluTari Tradisional : Tari Andun, Tari Bidadei Teminang
9. Provinsi DKI JakartaTari Tradisional : Tari Topeng, Tari Yapong
10. Provinsi Jawa Barat / JabarTari Tradisional : Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak
11. Provinsi Jawa Tengah / JatengTari Tradisional : Tari Serimpi, Tari bambangan Cakil
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / JogjakartaTari Tradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya
13. Provinsi Jawa Timur / JatimTari Tradisional : Tari Remong, Tari Reog Ponorogo
14. Provinsi BaliTari Tradisional : Tari Legong, Tari Kecak
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB Tari Tradisional : Tari Mpaa Lenggo, Tari Batunganga
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gareng Lameng
17. Provinsi Kalimantan Barat / KalbarTari Tradisional : Tari Monong, Tari Zapin Tembung
18. Provinsi Kalimantan Tengah / KaltengTari Tradisional : Tari Balean Dadas, Tari Tambun & Bungai
19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel Tari Tradisional : Tari Baksa Kembang, Tari Radap Rahayu
20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim Tari Tradisional : Tari Perang, Tari Gong
21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut Tari Tradisional : Tari Maengkat, Tari Polo-palo
22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng Tari Tradisional : Tari Lumense, Tari Pule Cinde
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra Tari Tradisional : Tari Dinggu, Tari Balumpa
24. Provinsi Sulawesi Selatan / SulselTari Tradisional : Tari Bosara, Tari Kipas
25. Provinsi MalukuTari Tradisional : Tari Lenso, Tari Cakalele
26. Provinsi Irian Jaya / Papua Tari Tradisional : Tari Musyoh, Tari Selamat datang



LAGU - LAGU NUSANTARA

Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Anak Kambing Saya berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Angin Mamiri berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Anju Ahu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Apuse berasal dari daerah / provinsi Papua
Lagu Ayam Den Lapeh berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Barek Solok berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Batanghari berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Bolelebo berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat
Lagu Bubuy Bulan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NADLagu
Burung Tantina berasal dari daerah / provinsi MalukuLagu
Butet berasal dari daerah / provinsi Sumatra UtaraLagu
Cik-Cik Periuk berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat
Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Dek Sangke berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Desaku berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Goro-Gorone berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Gundul Pacul berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Fluhatee berasal dari daerah / provinsi MalukuLagu
llir-llir berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur
Lagu Injit-Injit Semut berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah
Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Kalayar berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah
Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Ka Parak Tingga berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Keraban Sape berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu
Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD
Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung
Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Malam Baiko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Mande-Mande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Manuk Dadali berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Ma Rencong berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Mejangeran berasal dari daerah / provinsi Baii
Lagu Meriam Tomong berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Lagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Pakarena berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan
Lagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah
Lagu Panon Hideung berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Paris Barantai berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara
Lagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Potong Bebek berasal dari daerah / provinsi NTT
Lagu Putri Ayu berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Rambadia berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Rang Talu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat
Lagu Rasa Sayang-Sayange berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali
Lagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan
Lagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi
Lagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh
Lagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara
Lagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara
Lagu Sinom berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau
Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta
Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara
Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur
Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku
Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan
Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta
Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat
Lagu Tondok Kadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah
Lagu Tope Gugu berasal dari daerah / provinsi SulawesiTengah
Lagu Tumpi Wayu berasal dari daerah / provinsi KalimantanTengah
Lagu Tutu Koda berasal dari daerah / provinsi NTB
Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari daerah / provinsi Papua


NAMA - NAMA RUMAH ADAT NUSANTARA

1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD Rumah Adat Tradisional : Rumoh aceh
2. Provinsi Sumatera Utara / SumutRumah Adat Tradisional : Rumah balai batak toba
3. Provinsi Sumatera Barat / SumbarRumah Adat Tradisional : Rumah gadang
4. Provinsi RiauRumah Adat Tradisional : Rumah melayu selaso jatuh kembar
5. Provinsi JambiRumah Adat Tradisional : Rumah panggung
6. Provinsi Sumatera Selatan / SumselRumah Adat Tradisional : Rumah limas
7. Provinsi LampungRumah Adat Tradisional : Nuwo sesat
8. Provinsi BengkuluRumah Adat Tradisional : Rumah bubungan lima
9. Provinsi DKI JakartaRumah Adat Tradisional : Rumah kebaya
10. Provinsi Jawa Barat / JabarRumah Adat Tradisional : Kesepuhan
11. Provinsi Jawa Tengah / JatengRumah Adat Tradisional : Rumah joglo
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / JogjakartaRumah Adat Tradisional : Rumah joglo
13. Provinsi Jawa Timur / JatimRumah Adat Tradisional : Rumah joglo
14. Provinsi BaliRumah Adat Tradisional : Gapura candi bentar
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTBRumah Adat Tradisional : Dalam loka samawa
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTTRumah Adat Tradisional : Sao ata mosa lakitana
17. Provinsi Kalimantan Barat / KalbarRumah Adat Tradisional : Rumah panjang
18. Provinsi Kalimantan Tengah / KaltengRumah Adat Tradisional : Rumah betang
19. Provinsi Kalimantan Selatan / KalselRumah Adat Tradisional : Rumah banjar
20. Provinsi Kalimantan Timur / KaltimRumah Adat Tradisional : Rumah lamin
21. Provinsi Sulawesi Utara / SulutRumah Adat Tradisional : Rumah bolaang mongondow
22. Provinsi Sulawesi Tengah / SultengRumah Adat Tradisional : Souraja / Rumah besar
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / SultraRumah Adat Tradisional : Laikas
24. Provinsi Sulawesi Selatan / SulselRumah Adat Tradisional : Tongkonan
25. Provinsi MalukuRumah Adat Tradisional : Baileo
26. Provinsi Irian Jaya / PapuaRumah Adat Tradisional : Rumah honai



NAMA-NAMA SENJATA TRADISIONAL

1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NADSenjata Tradisional : Rencong
2. Provinsi Sumatera Utara / SumutSenjata Tradisional : Piso Surit, Piso Gaja Dompak
3. Provinsi Sumatera Barat / SumbarSenjata Tradisional : Karih, Ruduih, Piarit
4. Provinsi RiauSenjata Tradisional : Pedang JenaWi, Badik Tumbuk Lado
5. Provinsi JambiSenjata Tradisional : Badik Tumbuk Lada
6. Provinsi Sumatera Selatan / SumselSenjata Tradisional : Tombak Trisula
7. Provinsi LampungSenjata Tradisional : Terapang, Pehduk Payan
8. Provinsi BengkuluSenjata Tradisional : Kuduk, Badik, Rudus
9. Provinsi DKI JakartaSenjata Tradisional : Badik, Parang, Golok
10. Provinsi Jawa Barat / JabarSenjata Tradisional : Kujang
11. Provinsi Jawa Tengah / JatengSenjata Tradisional : Keris
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / JogjakartaSenjata Tradisional : Keris Jogja
13. Provinsi Jawa Timur / JatimSenjata Tradisional : Clurit
14. Provinsi BaliSenjata Tradisional : Keris
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTBSenjata Tradisional : Keris, Sampari, Sondi
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTTSenjata Tradisional : Sundu
17. Provinsi Kalimantan Barat / KalbarSenjata Tradisional : Mandau
18. Provinsi Kalimantan Tengah / KaltengSenjata Tradisional : Mandau, Lunjuk Sumpit Randu
19. Provinsi Kalimantan Selatan / KalselSenjata Tradisional : Keris, Bujak Beliung
20. Provinsi Kalimantan Timur / KaltimSenjata Tradisional : Mandau
21. Provinsi Sulawesi Utara / SulutSenjata Tradisional : Keris, Peda, Sabel
22. Provinsi Sulawesi Tengah / SultengSenjata Tradisional : Pasatimpo
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / SultraSenjata Tradisional : Keris
24. Provinsi Sulawesi Selatan / SulselSenjata Tradisional : Badik
25. Provinsi MalukuSenjata Tradisional : Parang Salawaki / Salawaku, Kalawai
26. Provinsi Irian Jaya / PapuaSenjata Tradisional : Pisau Belati


Jumat, Agustus 14, 2009

KEGIATAN HUT RI KE-64

PAK MAR'ALI SEDANG MENYAKSIKAN ANAK KELAS III MENYUSUN GAMBAR


KELAS I DAN III SEDANG BERBARIS MENDENGARKAN PENGARAHAN SAAT AKAN DILAKSANAKANNYA PERLOMBAAN.

SEORANG SISWA KELAS SATU SEDANG BERUSAHA UNTUK MENGAMBIL KELERENG DI MANGKOK DAN MEMINDAHKANNYA KE MANGKOK BERIKUTNYA..MAJU TERUS PANTANG MUNDUR.

MENYANYIKAN 2 BUAH LAGU WAJIB SEBELUM MEMULAI PERLOMBAAN, PATRIOTISME YANG TINGGI DAPAT MENUMBUHKAN SEMANGAT DALAM BELAJAR

SISWA KELAS V SEDANG MELAKUKAN KEGIATAN LOMBA SEPEDA ZIGZAG, KETANGKASAN BERSEPEDA SANGAT DIPERLUKAN KETIKA MELAKUKAN KEGIATAN INI, AYO MAJU...MAJU...

SIK ASYIK ASYIK...MENYUSUN GAMBAR MEMANG MENGASYIKAN...HATI-HATI KEPALA JANGAN DITUKAR SAMA EKOR..

YANG INI LEBIH MENGASYIKAN BERJALAN DENGAN BALON TERHIMPIT DI KAKI MEMANG SULIT, PERLAHAN ATAU PASTI PASTI AKU BISA.... YA..ITUNG-ITUNG AKU BERJALAN SEPERTI BEBEK...

DUA ORANG PUTRI KELAS VI SEDANG SIAP-SIAP UNTUK MENGIKUTI LOMBA FUTSAL PUTRI...SELAMAT YA WALAU PAKAI KAIN SARUNG...PASTI BISA BISA BERLARI DAN MENENDANG BOLA...WAH POKOKNYA SERU..NGOMONG-NGOMONG BOLANYA ADA TUH DI DALAM KAIN SARUNGKU.

WAH...WAH..WAH ...LIHATLAH AKU, AKU ADALAH JAGOAN KARENA KEBETULAH AKU DILAHIRKAN SEBAGAI SEORANG LAKI-LAKI, YANG PASTI AKU INI ADALAH JAGOAN, BUKAN JAGOAN MAKAN , TAPI AKALAU MAKANAN YANG LEZATO PASTI AKU SUKA, NTAR DULU YA TEMAN-TEMAN AKU LAGI NGELIATIN TEMEN-TEMEN YANG PADA LOMBA, ..AKU HARUS MENJADI SANG JUARA..NIH LIHAT BAJU MERAHKU...AKU TETAP BERSEMANGAT DIBUATNYA..MAKASIH..BUAT PAPA DAN MAMA..JUGA GURU-GURU DI SEKOLAH. OH IYA PERKENALKAN NAMAKU Lionardo ORANG-ORANG MEMANGGILKU Iyo AKU DUDUK DI BANGKU SEKOLAH KELAS III. WAH POKOKNYA SEKOLAH DI SD WIDURI JAYA SIK-ASYIK..
photo by :HR

Pak Suyono TU SD Widuri Jaya

BAPAK YONO
Wah yang satu ini bernama Suyono, biasa dipanggil Pak Yono, dia bergabung dengan SD Widuri Jaya pada tahun 1992 sebagai Tata Usaha/TU. Kalau urusan soal tik mengetik dialah jagonya. Sebelum komputerisasi dia sudah terbiasa mengetik dengan mesin tik, wah pokonya seru deh. Peletak, peletik, peletuk bunyi suara mesin tik menjadikan sebagai bunyi yang indah.
Sekarang sudah tak terdengar lagi, mesin tik sudah tergilas zaman. Kesehariannya Pak Yono ini selalu disibukan di depan meja komputernya. Kalau lagi iseng buka-buka internet deh, cari informasi sana-sini. Wah pokonya seru.
Pak Yono ini adalah seorang muslim yang taat beribadah, pokoknya kalau urusan beribadah baginya no.1. Semoga kebiasaannya yang baik ini bisa menular ke yang lainnya.

Rabu, Agustus 12, 2009

Sosok Minggu Ini

BU SITI HALIMAH

Semua warga Widuri tentu telah mengenal sosok ini, dia adalah Bu Siti Halimah, beliau dilahirkan dipenghujung timur propinsi Jawa Barat, disebuah kota kecil bernama Ciamis pada tanggal, 21 Maret 1972. Bu Halimah ini mulai bergabung di SD Widuri Jaya mulai tahun 1999, saat ini dia menjabat sebagai guru kelas II SD Widuri Jaya.

Ibu yang satu ini memang hemat sekali kata-kata, mungkin sudah bawaannya. Tapi walaupundemikian dia seorang guru yang penuh tanggung jawab terhadap semua tugas yang diembannya. Sosoknya yang kecil, tidak menghalangi baginya untuk memiliki semangat yang sangat besar dalam mengarungi kehidupannya.
Dengan Yamaha Mio nya, semakin terlihat tambah gesit..... Sekali gentak langsung....sleser....wah pokonya mantap deh....

Selamat ya bu, semoga tambah semangat dalam mengarungi kehidupan ini, terus berjuang demi anak-anak tercinta baik di rumah ataupun di tempat ibu bekerja.

written by :Blogger

Minggu, Agustus 09, 2009

KREASI ANAK

PAK TANI
Pada siang hari yang panas, Pak Tani menanam padi. Dia tidak mengenal lelah untuk merawat tanaman padinya. Walaupun dia bukan pemilik dari sawah. Dia hanyalah seorang petani miskin yang berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi keluarganya dengan cara menyewa sawah.
Suatu ketika Pak Tani tersebut dipanggil oleh si pemilik sawah, untuk menanyakan masalah tanaman padi. Pada saat Pak Tani kembali ke sawah ternyata padi-padinya telah dimakan hama. Pak Tani menangis kesedihan.
Keesokan harinya Pak Tani punya ide untuk mencari tahu dan membasmi hama itu. Lalu Pak Tani memasang jebakan di sudut sawah. Dan petani bersembunyi di balik pagar sawah. Sudah hampir satu jam menunggu ternyata hamanya tidak datang juga.
Atas kesabarannya akhirnya hama yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, Pak Tani berguman "Oh..ternyata selama ini yang makan tumbuhan padiku ternyata hama itu, segerombolan tikus datang menyerang tumbuhan padi" Lalu Pak Tani bersama pemilik dan penyewa sawah lainnya secara bersama-sama menangkap tikus-tikus itu.
Dan sejak itulah tidak ada lagi hama di sawah Pak Tani. Pak Tani pun bisa tersenyum menyaksikan hasil panen padi yang melimpah ruah.

Minggu, Agustus 02, 2009

Sosok Minggu Ini

BU ROSA


Wajah yang satu ini tak asing lagi buat warga Widuri Jaya, dia bernama Rosa, Anak-anak memanggilnya bu Rosa, dilahirkn di Jakarta pada tanggal 6 Juni 1951. Walau usianya sudah setengah abad, namun dia masih tetap energik dan bersemangat dalam mendidik anak-anak Widuri. Kalau soal matematika dialah pakarnya, dia pintar sekali membuat rangkuman untuk anak-anak didiknya, keuletannya dalam bekerja patut diacungkan jempol. Mungkin orang baru mengenal dia akan menyangka bahwa dia adalah sosok yang menakutkan, sesungguhnya tidak demikian, dia adalah orang yang ramah, mudah bergaul dan mau menerima kritik atau saran dari siapapun. Selamat ya bu, semoga baktimu untuk anak-anak tercinta Widuri Jaya akan senantiasa membawa berkah dalam hidupmu. Semoga Tuhan selalu bersamamu.